Diantara amarahMu
atau justru bentuk sayangMu
kurindukan sekuntum bintang
agar terus bersinar di sudut malam
lalu untuk apa surau itu roboh?
anak- anak terpaksa menjadi yatim
orang- orang tua semakin renta
dan tangan- tangan memelas
semakin banyak di pinggir jalan
ada apa Tuhan?
sudah kafirkah umatMu
hilang malu
berjalan di sesat buntu
tak jua ada rindu padaMu
Tuhan,
jangan katakan ini zaman jahiliyah
manusia resah kibaskan tanganMu
meniti arus remang keserakahan
bersandar pelukan nafsu syaitan
Subhanalloh,
rahasiaMu tak terbaca
luka belum usai
kembali kini isyarat Maha AgungMu
ya Ilahi Robbi,
kemanakah harus menunggu
sekuntum bintang memberi arah
di padang luas harus pulang
ada apa Tuhan?