puisi

Diantara amarahMu
atau justru bentuk sayangMu
kurindukan sekuntum bintang
agar terus bersinar di sudut malam

lalu untuk apa surau itu roboh?
anak- anak terpaksa menjadi yatim
orang- orang tua semakin renta
dan tangan- tangan memelas
semakin banyak di pinggir jalan

 

ada apa Tuhan?
sudah kafirkah umatMu
hilang malu
berjalan di sesat buntu
tak jua ada rindu padaMu

 

Tuhan,
jangan katakan ini zaman jahiliyah
manusia resah kibaskan tanganMu
meniti arus remang keserakahan
bersandar pelukan nafsu syaitan
Subhanalloh,

 

rahasiaMu tak terbaca
luka belum usai
kembali kini isyarat Maha AgungMu

 

ya Ilahi Robbi,
kemanakah harus menunggu
sekuntum bintang memberi arah
di padang luas harus pulang
ada apa Tuhan?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.